Tablet seharga motor matic baru, tapi performanya diklaim setara laptop kelas atas. Lebay atau memang sehebat itu?
Apple resmi menghadirkan iPad Pro M5 di Indonesia sejak Desember 2025 melalui retailer resmi seperti iBox, Digimap, dan Erafone. Dibanderol mulai Rp20,4 jutaan untuk model 11 inci, perangkat ini membawa tiga upgrade besar sekaligus — chip M5 berbasis 3nm, layar OLED tandem 1.600 nit, dan konektivitas Wi-Fi 7 yang jadi pertama di lini iPad.
Nah, pertanyaannya: dengan harga segitu, apakah iPad Pro M5 benar-benar layak dibeli di 2026? Atau justru ada pilihan lebih masuk akal? Berikut review lengkapnya.
Chip M5 3nm: Otak Tercepat di Dunia Tablet
Jantung utama iPad Pro M5 adalah chip Apple M5 yang dibangun dengan arsitektur 3nm generasi ketiga. Bukan sekadar angka marketing — proses fabrikasi ini memungkinkan transistor lebih padat, performa lebih tinggi, sekaligus konsumsi daya lebih efisien.
Konfigurasi CPU-nya terbagi dua. Model 256 GB dan 512 GB mendapat CPU 9-core (3 super core + 6 efficiency core) dengan RAM 12 GB LPDDR5X. Sementara varian 1 TB dan 2 TB naik ke CPU 10-core (4 super core + 6 efficiency core) dengan RAM 16 GB.
Semua varian dibekali GPU 10-core dengan arsitektur baru yang menanamkan Neural Accelerator di setiap core GPU. Hasilnya? Berdasarkan data resmi Apple, performa AI melonjak hingga 3,5 kali lebih cepat dibanding M4, dan 5,6 kali lebih cepat dari M1.
Neural Engine 16-core juga hadir untuk menangani beban kerja machine learning secara on-device. Ini bukan fitur masa depan — aplikasi seperti Draw Things (image generation) dan DaVinci Resolve (AI video masking) sudah memanfaatkannya secara langsung.
Bandwidth memori tercatat di angka 153 GB/s, naik sekitar 30% dari generasi sebelumnya. Untuk konteks, angka ini sudah melampaui beberapa laptop ultrabook yang dijual di kisaran harga sama.
Klaim “iPad paling bertenaga yang pernah dibuat” memang terdengar klise karena Apple selalu bilang begitu setiap tahun. Tapi kali ini, loncatan performanya memang terasa signifikan — terutama di sisi AI dan GPU.
Layar OLED Tandem: 1.600 Nit yang Memanjakan Mata
iPad Pro M5 mempertahankan teknologi layar Ultra Retina XDR dengan OLED tandem yang pertama kali debut di generasi M4. Dua lapisan panel OLED ditumpuk untuk menghasilkan kecerahan, kontras, dan akurasi warna yang sulit ditandingi tablet manapun saat ini.
Spesifikasi layarnya tetap konsisten — kecerahan layar penuh 1.000 nit untuk konten SDR maupun HDR, dengan puncak HDR mencapai 1.600 nit. Rasio kontras 2.000.000:1 membuat warna hitam benar-benar pekat, bukan abu-abu gelap seperti pada panel LCD.
ProMotion dengan refresh rate adaptif 10Hz–120Hz masih jadi andalan. Scrolling, animasi, dan respons Apple Pencil terasa sangat mulus. Ditambah True Tone yang menyesuaikan suhu warna secara otomatis berdasarkan cahaya sekitar.
Untuk varian 1 TB ke atas, tersedia opsi nano-texture glass yang mengurangi pantulan cahaya secara drastis. Fitur ini sangat relevan bagi desainer atau fotografer yang sering bekerja di lingkungan dengan pencahayaan tidak ideal.
Satu hal yang perlu dicatat — layar ini identik dengan iPad Pro M4. Jadi bagi pengguna M4, upgrade dari sisi layar saja bukan alasan yang cukup kuat.
Desain & Konektivitas: Tipis Tapi Lengkap
Dari luar, iPad Pro M5 nyaris tidak bisa dibedakan dari M4. Dimensi dan ketebalan sama persis — 5,1 mm untuk model 13 inci dan 5,3 mm untuk 11 inci. Material aluminium daur ulang aerospace grade masih dipertahankan, tersedia dalam warna Space Black dan Silver.
Satu perubahan kecil yang mungkin luput dari perhatian: logo “iPad Pro” yang sebelumnya terukir di bagian belakang kini dihilangkan. Detail minor, tapi menunjukkan arah desain Apple yang makin minimalis.
Peningkatan sesungguhnya ada di dalam. iPad Pro M5 menjadi iPad pertama dengan dukungan Wi-Fi 7 (802.11be) berkat chip Apple N1, lengkap dengan 2×2 MIMO dan simultaneous dual-band. Upgrade ini terasa signifikan untuk transfer file besar, cloud sync, dan streaming konten resolusi tinggi.
Bluetooth juga naik ke versi 6, ditambah dukungan Thread networking untuk integrasi smart home yang lebih seamless. Varian seluler menggunakan modem Apple C1X dengan dukungan 5G sub-6 GHz dan eSIM.
Untuk output display, Thunderbolt/USB 4 mendukung layar eksternal hingga 6K@60Hz atau 4K@120Hz — fitur baru yang tidak ada di M4. Fast charge juga akhirnya hadir, mampu mengisi 50% baterai dalam sekitar 30 menit menggunakan adaptor 40W.
Baterai sendiri masih sama — 31,29 Wh (11 inci) dan 38,99 Wh (13 inci), diklaim bertahan sekitar 10 jam untuk browsing atau video playback.
iPadOS 26: Liquid Glass dan Multitasking yang Makin Matang

iPad Pro M5 langsung berjalan di iPadOS 26 yang membawa desain antarmuka baru bernama Liquid Glass. Perubahan visual ini cukup mencolok — elemen UI terasa lebih modern dan transparan.
Stage Manager yang sempat dikritik di versi sebelumnya kini mendapat perbaikan signifikan. Manajemen file lebih fleksibel, multitasking lebih intuitif, dan dukungan layar eksternal makin stabil.
Apple Intelligence juga terintegrasi lebih dalam. Fitur seperti Live Translation di Messages dan FaceTime, image generation di Image Playground, serta Foundation Models framework bisa berjalan langsung di perangkat berkat Neural Engine M5. Meski begitu, beberapa fitur Apple Intelligence belum tersedia dalam Bahasa Indonesia — ini perlu jadi pertimbangan.
Daftar Harga iPad Pro M5 di Indonesia
Dilansir dari Kompas.com dan data retailer resmi iBox, berikut daftar harga lengkap iPad Pro M5 per April 2026.
| Model | Storage | RAM | CPU | Harga Wi-Fi |
|---|---|---|---|---|
| 11 inci | 256 GB | 12 GB | 9-core | Rp20.499.000 |
| 11 inci | 512 GB | 12 GB | 9-core | Rp24.499.000 |
| 11 inci | 1 TB | 16 GB | 10-core | Rp31.499.000 |
| 11 inci | 2 TB | 16 GB | 10-core | Rp39.999.000 |
| 13 inci | 256 GB | 12 GB | 9-core | Rp26.999.000 |
| 13 inci | 512 GB | 12 GB | 9-core | Rp30.499.000 |
| 13 inci | 1 TB | 16 GB | 10-core | Rp34.499.000 |
| 13 inci | 2 TB | 16 GB | 10-core | Rp42.499.000 |
Harga di atas adalah harga resmi versi Wi-Fi per April 2026 berdasarkan data dari Kompas.com dan iBox. Untuk varian Wi-Fi + Cellular, tambahkan sekitar Rp3,5–4 juta dari harga di atas. Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Apple dan retailer resmi di Indonesia.
Varian 1 TB ke atas patut dipertimbangkan karena mendapat upgrade CPU 10-core dan RAM 16 GB — bukan sekadar tambahan storage.
Perbandingan iPad Pro M5 vs iPad Pro M4
Banyak yang bertanya, apakah perbedaan M5 dan M4 cukup signifikan untuk upgrade? Berikut perbandingan spesifikasi utamanya.
| Spesifikasi | iPad Pro M5 (2025) | iPad Pro M4 (2024) |
|---|---|---|
| Proses Fabrikasi | 3nm (Gen 3) | 3nm (Gen 2) |
| CPU | 9/10-core | 9/10-core |
| GPU | 10-core + Neural Accelerator per core | 10-core |
| Performa AI | 3,5x lebih cepat dari M4 | Baseline |
| RAM (Base) | 12 GB LPDDR5X-9600 | 8 GB LPDDR5 |
| RAM (1TB+) | 16 GB LPDDR5X-9600 | 16 GB LPDDR5 |
| Memory Bandwidth | 153 GB/s | 120 GB/s |
| Wi-Fi | Wi-Fi 7 (802.11be) | Wi-Fi 6E |
| Bluetooth | 6.0 | 5.3 |
| Fast Charge | ✅ 50% dalam 30 menit | ❌ Tidak tersedia |
| Display Output | 6K@60Hz / 4K@120Hz | 6K@60Hz |
| Thread Networking | ✅ | ❌ |
| Layar | OLED Tandem, 1.600 nit | OLED Tandem, 1.600 nit |
| Desain/Ketebalan | 5,1 mm (13″) / 5,3 mm (11″) | 5,1 mm (13″) / 5,3 mm (11″) |
| OS Bawaan | iPadOS 26 | iPadOS 18 |
Secara ringkas, upgrade terbesar M5 ada di performa AI, RAM base yang naik dari 8 GB ke 12 GB, konektivitas Wi-Fi 7, dan fast charge. Desain dan layar praktis identik.
Jadi kalau sudah pakai M4, upgrade ke M5 baru terasa worth it jika pekerjaan sehari-hari sangat bergantung pada workload AI atau butuh RAM lebih besar untuk multitasking berat.
Kamera dan Audio: Sama, Tapi Tetap Solid
Konfigurasi kamera tidak berubah dari M4. Kamera belakang 12 MP wide dan kamera depan 12 MP ultra wide dengan orientasi landscape tetap dipertahankan. Keduanya mendukung rekaman 4K hingga 60 fps, ProRes, dan portrait mode.
Fitur baru di sisi video calling adalah local capture dan kemampuan meneruskan panggilan seluler dari iPhone terdekat. Empat speaker dan empat mikrofon studio-quality juga masih hadir — kualitas audio iPad Pro memang sulit disaingi tablet lain di kelasnya.
Aksesori Pendukung
iPad Pro M5 kompatibel dengan Apple Pencil Pro, Apple Pencil (USB-C), dan Magic Keyboard generasi sebelumnya. Tidak ada aksesori baru yang dirilis khusus untuk generasi ini.
Bagi yang serius menjadikan iPad Pro sebagai perangkat kerja utama, kombinasi Magic Keyboard + Apple Pencil Pro mengubah tablet ini menjadi workstation portabel yang sangat capable. Meski tentu saja, harga aksesori ini perlu dihitung terpisah.
Kelebihan dan Kekurangan
Setelah melihat keseluruhan spesifikasi dan fitur, berikut rangkuman poin plus dan minusnya.
Kelebihan
- Performa AI tercepat di segmen tablet (3,5x dari M4)
- RAM base naik ke 12 GB — lega untuk multitasking
- Fast charge akhirnya hadir (50% dalam 30 menit)
- Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 untuk konektivitas masa depan
- Layar OLED tandem 1.600 nit yang masih jadi yang terbaik
- Output display 4K@120Hz ke monitor eksternal
- Build quality premium, ultra tipis (5,1 mm)
Kekurangan
- Desain identik dengan M4 — tidak ada perubahan visual
- Kamera tidak diupgrade sama sekali
- iPadOS masih punya limitasi dibanding macOS untuk workflow profesional tertentu
- Harga premium, model termahal tembus Rp49 jutaan (Cellular + 2 TB)
- Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia
- Aksesori Magic Keyboard dan Apple Pencil dijual terpisah
Rekomendasi: Beli atau Tunggu?
Keputusan ini sangat bergantung pada perangkat yang sedang dipakai sekarang.
Layak upgrade jika masih menggunakan iPad Pro M1 atau lebih lama. Loncatan performa dari M1 ke M5 sangat masif — Apple mengklaim hingga 5,6 kali lebih cepat untuk workload AI, dan 6,7 kali lebih cepat di rendering 3D. Ditambah layar OLED yang jauh lebih superior dari LCD generasi lama.
Pertimbangkan matang-matang jika sudah menggunakan iPad Pro M2 atau M3. Peningkatannya terasa, tapi belum tentu sepadan dengan dana yang dikeluarkan — kecuali memang butuh fitur spesifik seperti Wi-Fi 7 atau fast charge.
Belum perlu upgrade jika sudah punya iPad Pro M4. Perbedaannya ada, tapi tidak cukup drastis untuk generasi satu tingkat di atasnya. Tunggu M6 yang dirumorkan hadir 2027 dengan desain baru dan vapor chamber, menurut laporan dari Mark Gurman.
Alternatif lain yang patut dilirik — iPad Air dengan chip M3 atau M4 bisa jadi pilihan lebih rasional bagi pengguna yang tidak membutuhkan performa ekstrem. Harganya jauh lebih terjangkau dengan pengalaman yang sudah sangat baik untuk mayoritas kebutuhan.
Dari kubu Android, Samsung Galaxy Tab S10 Ultra tetap menjadi kompetitor utama di segmen premium dengan keunggulan layar lebih besar dan fleksibilitas sistem operasi.
Seluruh informasi harga dan spesifikasi dalam artikel ini bersumber dari data resmi Apple, Kompas.com, serta retailer resmi di Indonesia per April 2026. Data dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Apple dan distributor terkait. Sebaiknya selalu konfirmasi langsung ke Apple Authorized Reseller terdekat sebelum memutuskan pembelian.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga review ini membantu menentukan pilihan yang tepat — apapun keputusannya, pastikan sesuai kebutuhan dan budget, bukan sekadar ikut tren. Selamat memilih!